Halaman

Senin, 17 September 2007

TEKNIK MANCING


TEKNIK MANCING
Memancing ikan sepertinya mudah saja, lemparkan umpan, ikan makan umpan, gulung lalu angkat. Ternyata tidak seperti itu, karena diperlukan sedikit keahlian khusus. Teknik ini akan sangat diperlukan apalagi jika anda sedang memasuki lomba. Berlatihlah dan pengalaman akan mengajarkan anda kepada tekink yang benar dan efektif. Silahkan ikuti teknik berikut dan jika anda mempunyai trik-trik khusus, jangan segan untuk mengirimkannya ke halaman ini.


MELONTAR UMPAN
Kunci sukses acara mancing juga ditentukan oleh teknik lontaran. Lontaran harus jatuh pada titik yang sama dengan titik yang telah diberi umpan pengebom. Lontaran ke arah yang sembarangan itu seperti mengoper bola ke arah yang tiada seorang temanpun yang menyambut. Berlatihlah dulu cara melontar di kolam harian sebelum anda beralih ke pertandingan. Memang tak ada larangan untuk langsung terjun ke lomba. Namun tentunya kita tak ingin mendapat malu bila lontaran kita selalu jatuh di lapak tetangga.Mula-mula atur pengangan tangan tepat pada gagang joran di mana ril duduk. Buka kawat pengaman ril (Bail Arm) dan tahan kenur dengan jari telunjuk. Pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang. Bila saat itu anda masih ragu , gerakan joran kembali kedepan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala. Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi anda tahan dengan jari. Bila gerakan dilakukan secara benar maka anda tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus hingga dirasa telah cukup. Untuk lemparan yang dekat anda cukup mengayunkan umpan saja tanpa sabetan joran, kemudian arahkan umpan ke tempat yang di tuju.Tempat-tempat yang cocok dijadikan titik potensial (hotspot) seperti; tempat terdalam pada bagian empang yang rata, sisir dengan pelampung tempat tersebut jika ada satu bagian terdalam maka jadikan sebagai titik potensial. Daerah kolam pada pertengahan yang terdapat pancuran air, daerah kolam pada tempat masuk atau keluarnya air juga daerah di mana terdapat patok bambu penyangga pipa pancuran air. Pinggir kolam yang dasarnya menjorok ke daratan (bentuk gua) atau yang banyak tanaman rambat yang menjuntai ke air. Dan masih banyak lagi ciri-ciri tempat yang baik untuk dijadikan hotspot.

ISYARAT KENUR
Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan ke kenur. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest) atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas. Ada 2 kondisi dimana kita harus segera menggentak joran :
Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh.
Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor.
Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang


Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya


MENGGENTAK JORAN
Agar ikan dapat terkait saat umpan termakan, setelah adanya deteksi gigitan yang diurai di atas tadi. Anda perlu menggentak joran (strike) terutama bila rangkaian yang digunakan berpelampung. Gerak menggentak joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks anda, sehingga tangan terlatih untuk segera meraih joran. Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di belakangnya. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah kenur. Pada lokasi alam, lontaran dapat saja jauh di arah kanan atau kiri dari posisi kita. Bila lontaran arah ke kiri, gentakan adalah ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri. Pada empang pemancingan lontaran umpan hanya ke arah depan saja, karena sebelah kanan kiri ditempati orang.

MENAKLUKKAN IKAN
Menaklukkan ikan adalah saat yang paling kritis, gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus kenur (breaking strength) dapat menyebabkan kenur putus. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan anda sendiri, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh. Biarkan ikan yang terpancing melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan merubah arah, segera gulung ril anda, coba menambah tekanan drag. Namun bila tenaga ikan masih besar, kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha lari ke arah lain. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Jangan panik, lakukan gerakan tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar. Akibat daya lentur joran dan setelah beberapa kali tarik ulur ikan akan menjadi lemah, segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar. Angkat joran dengan gerakan siku anda, gulung kembali ril dengan cepat seperti tadi dengan teknik pemompaan. Bila ikan telah dekat, anda harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak, yang penting posisi drag ril anda jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata masih mempunyai sisa tenaga yang besar. Bila yang anda kenai ternyata ikan yang berukuran super, maka sebenarnya perlawanan adalah saat ikan sudah begitu dekat dengan anda. Karateristik ikan mas yang besar biasanya dari tengah kolam anda dapat menariknya dengan mudah hanya saja terasa berat. Gulung kenur secara hati-hati gunakan perasaan anda menghadapi perlawanannya. jangan berusaha melawannya bila ikan masih berontak , mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar, bila ikan telah mendongak jangan gulung kenur anda karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan. Tetapi tetaplah pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi, dan untuk mendekatkannya ke tepi kolam, melangkahlah mundur hingga posisi ikan dapat dengan mudah diserok

MELEPAS KAIL
Melepas kail yang menancap pada mulut ikan memang tugas pembantu (kedi) anda. Namun terkadang ada saatnya dimana kita sendiri selaku pemancing yang harus melakukan hal tersebut. Berhati-hatilah saat melepaskan kail, kalau menancap pada tangan anda akan sulit untuk melepaskannya. Gunakan lap untuk memegang badan ikan yang licin, biarkan ikan menggelepar pada serokan, bila ikan terdiam pegang ikan dengan tangan kiri, tekan agak keras bagian perut dengan jempol kiri anda. Ambil tang atau alat khusus pelepas kail (Disgorger) apabila tak ada pegang kail yang menancap dengan jari telunjuk dan jempol kanan lalu tarik kail mengikuti arah lengkungannya, bila agak sulit dorong kail terlebih sebelum mencoba membukanya lagi. Bila kail tertelan terlalu dalam dan anda tak membawa alat pelepas kail, carilah ranting pohon yang kira-kira masuk ke mulut ikan, ikutilah arah kenur pancing lalu dorong kailnya hingga terlepas dan keluarkan kail berbarengan dengan ujung ranting yang yang masuk ke mulut ikan. Bila teman anda atau anda mengalami kecelakaan tertancap kail, tetaplah tenang jangan panik. Mintalah pertolongan medis yang benar di klinik pengobatan. Namun apabila pertolongan medis tidak ada, perhatikan sampai di mana kail menancap, apabila kail belum menembus maka anda dapat menariknya seperti biasa, namun bila kailnya tembus arah tarikan untuk mengeluarkan adalah ke arah pangkal kail. Untuk itu lepaskan kenur yang mengikat kail, posisikan tubuh agar anda mudah menariknya, teorinya adalah kail itu tidak ditarik keluar melainkan diloloskan hingga pangkalnya mengikuti arah luka tembus. Bila ada tang potong, patahkan dahulu bagian pangkal tempat pengikat yang biasanya lebih besar dari batang. Kalau tak ada, apa boleh buat karena anda harus segera mencabutnya. Alihkan perhatian teman yang tertancap kail, bisa dengan bantuan teman yang lain, saat perhatianya teralih dengan gerakan yang cepat loloskan kail dengan menarik bagian lengkung hingga kail tercabut. Anda harus yakin, jangan sampai gagal pada tarikan pertama ini, sebab jika gagal teman anda itu akan lebih keras menjeritnya. Gunakan alkohol atau betadine untuk membersihkan bagian luka.


IKAN PATIN SUNGAI MAHAKAM

Ikan Patin Sungai Karang Mumus Kota Samarinda.
Ikan Patin ( Pangasius pangasius Ham.Buch ), nama Inggrisnya Catfish, yang termasuk dalam Famili Pangasidae, Ikan Patin bersipat Noktural ( lebih banyak melakukan aktivitas di malam hari ), juga sifatnya yang Omnivora ( pemakan segala macam makanan ), antara lain cacing, serangga, udang, ikan yang kecil – kecil dan biji – bijian , bahkan sabun detergen batangan.Ikan Patin, termasuk ikan dasar, dapat terlihat dari bentuk mulutnya yang terletak lebih kebawah, dan habitat ikan ini di sungai – sungai besar , dan muara – muara sungai, dan tersebar di Indonesia, Myanmar dan india.Rasa dagingnya yang sangat gurih dan lejat, maka Patin termasuk panganan ikan no 1 berasal dari sungai yang di gemari oleh masyarakat.Banyak kerabat Ikan Patin ini yang termasuk dalam keluarga Pangasidae ini, antara lain yang tersebar di Indonesia pada umumnya memiliki ciri – ciri bentuk badannya sedikit memipih, tidak bersisik atau ada yang bersisik sangat halus, mulutnya kecil dan ada sungutnya berjumlah 2-4 pasang yang berfungsi sebagai alat peraba, terdapat Patil / panting pada sirip punggungnya juga sirip dadanya, sirip duburnya panjang dimulai dari belakang dubur hingga sampai pangkal sirip ekor.Ikan Patin ini sudah mulai jarang di temukan beberapa tahun belakangan, di Kalimantan Timur khususnya, wilayah yang sangat luas daerah pengairan sungainya yang mencapai 2,7 juta Ha.Seperti di salah satu sungai terbesar di Kaltim yaitu di sungai Mahakam,sepanjang alur sungai ini keberadaan ikan air tawar mulai berkurang, salah satunya akibat dari banyaknya kerusakan DAS Mahakam, yang di sebabkan banyaknya Industri di pinggiran sungai yang jelas telah merusak sekala besar tumbuhan-tumbuhan tempat berlindungnya biota air, dan juga rusaknya Delta Mahakam, dan berkurangnya hutan Manggrofe di muara Sungai Mahakam yang akibat perambahan besar-besaran yang tak di sengaja oleh para pengusaha tambak untuk pembuatan Tambak udang Windu ( Tiger ) untuk produk Ekspor,Di Sungai Mahakam khusunya, berkembang biaknya ikan Patin di alam luas hingga dapat berukuran mencapai panjang 2 meter beratnya mencapai 40 kilo, dan karena kelejatan daging Patin, di beberapa daerah di Indonesia, ikan ini dapat di hidangkan sebagai sayur Pindang Patin, yang sangat terkenal di Sumatera Selatan dan Kalimantan umumnya.

PANTAI PANGEMPANG MUARA BADAK


Pantai Pangempang Muara Badak Kaltim
Surga pemancing menantang Samudra

BEBERAPA, orang nampak sibuk dengan peralatan mancingnya, rupanya pagi itu Sabtu (27/5) sekitar pukul 04.30 Wita/dinihari. Sudah ada kesepakatan akan ramai-ramai pergi memancing oleh komunitas AS FC ke pantai pangempang di Kecamatan Muara Badak Kukar. Para rombongan diantaranya Ramli sebagai ketua, Simon Skretarisnya dan Fadliansyah Humas AS FC . Pagi itu para pemancing mania berangkat dan star dimarkasnya Jln Lambung Mangkurat, Gg 9 Samarinda Utara.
Komunitas ini bergerak menuju arah utara Samarinda, mobil yang dipergunakan hanya Piuk up L 300, milik Ramli yang membawa peralatan mancing termasuk Colbox, dan bekal makan, sedangkan mobil mini Suzuky Carry milik Fadli untuk Mania AS FC.

Nampak para pemancing mania laut Samarinda ini penuh semangat untuk mendapatkan ikan ukuran besar, sehingga mabuk laut tidak pernah menghantui mereka meskipun Tim AS FC yang hanya beranggotakan 6 orang, dengan menyewa kapal bermesin Dong Feng milik Pak Saleh nelayan Desa Pangempang yang sudah menjadi langganan AS FC. Kapal yang tak beratap bermuatan 10 orang, akan membawa rombongan setiap sepekan, bila tidak ada jadwal mancing keluar daerah lainnya. Sedangkan titik pemancingan di Rompon maupun di Bagang milik nelayan, juga di seputar RIG minyak di lepas pantai laut Muara Badak.

“ Tim Alam Segar Fishing Club yang terbentuk 2 tahun lalu, tepatnya tanggal 2 agustus 2005, yang memang di khususkan mancing kelaut, hampir setengah wilayah pesisir Kalimantan Timur sudah pernah mereka rambah, namun minggu ini Desa Pangempang di Kecamatan Muara Badak ini yang menjadi tujuan terdekat,” kata Fadly .
Ia menambahkan, desa Pangempang, pagi itu sangat cerah di tambah dukungan gelombang yang tenang, jauh beda dengan wilayah Laut Selatan pulau Jawa, waktu itu, cuacanya sangat mendukung untuk memancing, rombongan yang sudah sangat siap, di tambah kesiapan si pemilik kapal Pak Saleh, yang sekaligus menjadi juragan hari itu, menambah keyakinan kami akan membawa hasil yang memuaskan.

“Kami sudah tidak sabar segera melemparkan kail, ke laut, di daerah bagang, ataupun lebih ketengah di seputar RIG ( kilang minyak lepas pantai ) yang banyak terdapat di pesisir Kalimantan Timur yang juga di kenal sebagai wilayah penghasil Minyak dan Gas terbesar di dunia,” imbuhnya.

Soal umpan hidup kata fadly, mereka terlebih dahulu mencari umpan hidup dengan cara memancing rinta, dan alhasil kami mendapatkan banyak umpan anak ikan Ketombong dan Tembang yang di simpan didalam Col Box yang di berisi air.
Sedangkan kapal yang berukuran kecil itu, memang sangat ideal untuk muatan 6 orang serta ditambah juragannya , dan karena keterbatasan gerak, maka dari kebiasan kami bila kapal yang kami pakai kecil, dengan cara yang praktis, adalah mancing dasar ( Bottom Fishing ), namun bila cuacanya mendukung seperti hari itu, maka Poping, Jigging dan kasting sangat tepat.

Hampir setengah jam berlalu, di lokasi yang pertama memancing diseputar rompon, dan kami masing-masing telah mendapatkan ikan, ada ikan garut, Bulama, ikan Kerapu, terakulu, kue dan GT dan jenis – jenis Kakap yang terbanyak kami dapatkan.namun semua masih dalam ukuran yang biasa- biasa saja.
Hari yang masih pagi, kami belum puas dengan hasil dan sepakat untuk pindah lokasi lebih ketengah, menuju RIG yang jauh di sana.
Suara mesin Dong Feng sangat bising, Ramli dan Jimi mengulurkan umpan Popernya dengan Ril Trolingnya, sepanjang waktu ke RIG, setelah hampir 10 menit, berlalu, umpan Kastingnya Jimi di sambar ikan, belum lagi sampai ke Spot yang ke dua, Kapal berhenti, dan terlihatlah ikan Layaran di sana melambung keudara, dan jadilah Fight antara Jimi dan Layaran pagi itu.
Hampir 20 menit terdengar raungan kenur PE 60 Lbs yang di gunakan Jimi mengencang, dan Pak Saleh sibuk memutar arah perahu mendekati arah kenur Jimi yang tadi berada di belakang kapal, dan raungan Ril sangat khas pagi itu ditelinga kami, sudah hampir setahun yang lalu, kami pernah dapat ikan serupa di perairan Kab Berau, te[tnya di daerah pulau Miang, dan sekarang yang kali kedua,ikan yang langka itu kini bertarung dengan Jimi di atas perahu kecil bermesin Dong Feng ini.

Kenur Jimi, terus terbawa kedasar laut, kapal yang kami tumpangi sepertinya mau jalan terbawa Layaran, hatipun semakin berdebar, sampai Fadliyang duduk ditengah perahu menyarankan untuk memotong Kenur,karena pertarungan itu sangat menyibukan suasana, hampir saja kapal terbalik terkena tarikan Layaran yang menuju dasar laut, namun karena Jimi yang sudah mahir dengan Drag sistemnya, saat melakukan figh, dan aklhasil sekitar 20 menitan waktu Fight, berhasil Landing Fish, pertarungan di menangkan Jimi.
Sudah hampir 5 jam kami bertarung di tengah laut, kami sepakati untuk pulang, mengingat waktunya sudah mulai siang dan kami mampir di Bagang, untuk rehat dan makan siang, tak terasa sudah jam 1 siang, dan kami memutuskan pertarungan hari ini selesai, dan sepakat untuk pulang mengingat jarak pulang yang lumayan memakan waktu, juga Col Box yang 3 buah sudah penuh semua terisi. Nanda